Selayang Pandang Teknik Informatika ITS More »

Momen Wisuda 107 Teknik Informatika ITS More »

Administrator Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak 2013 More »

 

Syukuran Wisuda Administrator RPL

Pada tanggal 20 September 2014 kemarin, seluruh civitas akademika jurusan Teknik Informatika menyelenggarakan syukuran atas wisuda gelombang SW 110. Mayoritas mahasiswa yang diwisuda adalah angkatan 2010. Beberapa dari wisudawan wisudawati adalah para administrator Laboratorium RPL, yaitu Fadlika Dita Nurjanto (2010), Yenita Dewi Nurseha (2010), Fadhilah Kurnia Putri (2010), Ervina Handayani (2010) dan Gregory Sukanto (2010)–yang bersangkutan tidak mengikuti syukuran wisuda dan sudah melanjutkan S2 ke Korea.

Laboratorium RPL memberikan suvenir wisuda berupa boneka beruang dengan berjaket laboratorium RPL yang berwarna coklat muda, serta terdapat logo RPL.

Berikut adalah foto-foto wisudawan dan wisudawati saat SW 110 kemarin.

Instalasi VirtualBox di CentOS 6.4

Setelah berjam-jam saya mencoba mencari penyebab tidak dapat dijalankannya virtualbox di CentOS 6.4, akhirnya saya berhasil dengan hasil yang memuaskan. Setelah googling berjam-jam dan menurut log error, penyebab virtualbox tidak dapat berjalan adalah virtualbox tidak dapat menemukan sumber kernel untuk CentOS yang paling baru/telah diupdate. Oleh karena itu semua situs memberi solusi dengan menggunakan perintah:

# KERN_DIR=/usr/src/kernels/`uname -r`

# export KERN_DIR

Akan tetapi setelah saya coba, hasilnya tetap sama saja yaitu tetap header kernel tidak terbaca. Akhirnya karena frustasi setelah berjam-jam error, saya putuskan untuk melakukan instalasi header kernelnya, dan ternyata sukses :D.

Berikut cara instalasi kernel header:

# yum install kernel-headers-$(uname -r) kernel-devel-(uname -r) dkms

Jika terdapat error dalam depedensi, dapat dilakukan perintah instalasi:

# yum install binutils gcc make patch libgomp glibc-headers glibc-devel

 

Sekian.

Prestasi Admin RPL

Berikut prestasi administrator Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak

Data Quality Integration Platform


dqip

 

Saat ini banyak organisasi yang telah menerapkan strategi baru untuk menghadapi kompetisi. Namun mereka sering mengabaikan kualitas data yang mereka miliki. Padahal kualitas dari sebuah data sangat krusial untuk membuat keputusan dan perencanaan. Untuk itu diperlukan sebuah cara untuk menjaga kualitas sebuah data. Salah satu cara menjaga kualitas tersebut adalah menerapkan Data Quality Integration Platform. Berikut langkah-langkah dalam menjaga kualitas data dalam Data Quality Integration Platform:

1. Riwayat Data (Data Profiling)

Untuk membuat sebuah rumah, seorang arsitek membuat cetak biru yang detail. Riwayat data membantu kita untuk mengetahui kondisi data saat ini dan menemukan masalah dalam data, termasuk masalah isi data, struktur, dan hubungan antara kolom dan tabel. Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatan data, riwayat memberikan kita titik awal untuk membuat pengembangan yang kokoh

2. Kualitas Data (Data Quality)

Jika riwayat data menyediakan cetak biru dari masalah data, fase kualitas data adalah fase dimulainya proses untuk membuat data yang lebih baik. Dengan kualitas data, kita dapat memperbaiki kesalahan, standarisasi informasi antar tabel, dan validasi informasi yang tidak konsisten dan tidak akurat. Taktik kualitas data yang umum termasuk standarisasi data, standarisasi pola dan verifikasi alamat.

3. Pengintegrasian Data (Data Integration)

Data dengan item yang sama kadang-kadang terdapat di banyak basis data. Hal ini berlaku di semua jenis data. Setelah data distandarisasi dan diperbaiki, kita dapat dengan mudah mengintegrasikan data tersebut antar sumber. Teknologi integrasi data membantu kita untuk mengintegrasikan pelanggan, produk, dan data bisnis yang lain antar multisumber dengan baik.

4. Pengayaan Data (Data Enrichment)

Data enrinchment dibangun berdasarkan kualitas data dan integrasi data dengan informasi tambahan dan memasukkan data eksternal tambahan. Dengan teknologi pengayaan data, data pelanggan dapat dikombinasikan dan disegmentasikan lebih efisien untuk identifikasi peluang khusus. Produk, inventaris, atau data finansial dapat ditingkatkan dengan menambahkan bit tambahan informasi dari sumber eksternal. Dengan pengayaan data, kita dapat membuat data yang lebih berharga.

5. Monitoring Data (Data Monitoring)

Organisasi sering percaya bahwa masalah kualitas data mereka terselesaikan setelah meningkatkan sumber data yang ada. Namun, memelihara data berkualitas baik membutuhkan kewaspadaan terus menerus. Dengan monitoring data, kita dapat membuat dan menjalankan aturan bisnis (business rule) otomatis untuk mengecek tingkat kualitas data dari waktu ke waktu. Aturan ini, tersimpan di sebuah repositori aturan bisnis dan direplikasi ke perusahaan via web service memungkinkan kita untuk menjalankan aturan tata kelola data dan menyesuaikan aturan sehingga lebih konsisten dengan proses operasi kita.

Dengan terobosan menggunakan teknologi, usaha keras yang dibutuhkan untuk mengefisienkan proses manajemen kualitas data menjadi lebih mudah, waktu yang lebih sedikit, dan biaya yang rendah. Ketika mengimplemtasikan program peningkatan kualitas data, sebaiknya kita mencari teknologi yang dapat menjalankan kelima fase di atas dengan interface yang sama. Dengan platform teknologi pengembangan data yang luas, sebuah organisasi dapat menaikkan peran kualitas data ke aktivitas yang berkelanjutan, sehingga menghasilkan keputusan yang lebih baik dan perusahaan yang kompetitif.

Sumber: http://tdwi.org/Articles/2006/10/23/The-FiveStep-Approach-to-More-Valuable-Enterprise-Data.aspx?Page=1

Design Pattern : Observer

Observer Pattern merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam Design Pattern. Berbeda dengan Strategy Pattern yang saya jelaskan di postingan sebelumnya, Observer Pattern ini digunakan dalam kondisi MVC di mana sebuah model dapat ditampilkan secara paralel di lebih dari 1 view. Kondisi ini diilustrasikan dengan diagram berikut.

MVC Relationship

MVC Relationship

Dilihat dari ilustrasi di atas, sebuah View yang menerima data dari Model juga dapat memberikan request perubahan data untuk diteruskan ke Model, dan kemudian View yang lain menerima respon dengan mengubah data tersebut. Ini seringkali terjadi pada sebuah software multiplatform yang memiliki banyak chart untuk menampilkan data dan saling synchronize. Penggunaan Observer Pattern dapat diaplikasikan dalam kondisi berikut (mengutip dari buku Erich Gamma) :

  • When an abstraction has two aspects, one dependent on the other. Encapsulating these aspects in separate objects lets you vary and reuse them independently.
  • When a chane to one object requires changing others, and you don’t know how many objects need to be changed.
  • When an object should be able to nofity other objects without making assumptions about who these objects are. In other words, you don’t want these objects tightly coupled.